15 Fakta (Unik) Kebiasaan Ini Hanya Santri Yang Pernah Merasakannya
FAKTA UNIK KEBIASAAN SANTRI –
Apa yang ada di benak pikiran kamu saat mendengar kata santri? Pasti
yang kamu pikirkan diantaranya seperti santri itu mengaji, santri itu
sholat berjama’ah, santri itu berpakaian menutup aurat.
Sebenarnya,
semua hal yang kamu pikirkan tentang santri itu merupakan sebuah
kewajiban yang harus dilaksanakan juga bagi kamu yang bukan santri,
karena sebagai umat Islam sudah seharusnya kita menaati perintah
Allah.swt. dan menjauhi larangan-Nya. Seperti yang dikatakan KH. Mustofa
Bisri.
SANTRI bukan yang mondok saja tapisiapa pun yang berakhlak seperti santri, dialah SANTRI
KH. MUSTOFA BISRI
Namun, dengan kamu masuk pesantren
dan menjadi santri, kamu akan lebih optimal dalam melaksanakan hal-hal
itu, karena kamu berada pada lingkungan yang religius. Tapi jangan
dikira santri tidak bisa bergaul dan bereksplorasi.
Simak yuk ya Akhi wa Ukhti, 13 fakta unik kebiasaan di pesantren yang bakal kamu rindukan setelah menjadi alumni.
FAKTA UNIK KEBIASAAN SANTRI
1. Santri Tidak Hanya Bisa Mengaji
deweezz.comJika
orang di luar sana masih menganggap bahwa santri itu cuma bisa mengaji,
itu salah! Di pesantren, santri bisa menuangkan kreativitasnya dalam
bergaul dan bereksplorasi. Kamu bisa mengikuti ekstrakurikuler yang ada
di pesantren dan kamu bisa menampilkan bakat di setiap ada acara atau
perlombaan tertentu.
2. Peraturan Bisa Membuat Santri Jadi Paranoid
deweezz.comMemang
tidak jarang orang paranoid akan tekanan atau peraturan yang ada di
pesantren, sehingga memiliki rasa ketakutan untuk menjadi santri atau
ingin segera keluar bagi yang sudah terlanjur menjadi santri.
Di
setiap pesantren pasti ada peraturan, yang mana peraturan itu bisa
membuat kamu resah dan tidak nyaman tinggal di pesantren. Berdasarkan
pengalaman Saya pribadi, saat pertama kali masuk pesantren memang takut
akan peraturan-peraturan yang mengerikan itu. Namun, itu hanya saat
dibayangkan saja, pada realitanya Alhamdulillah Saya menikmati dan waktu
6 tahun Saya habiskan di pesantren.
3. Melanggar Peraturan Tak Selamanya Buruk
deweezz.com
Pada
dasarnya melanggar peraturan itu memang tidak baik. Tapi menurut Saya
pribadi, kamu akan mendapatkan pelajaran yang besar saat melakukan itu,
yaitu pengalaman. Yang Saya rasakan saat dulu di pesantren, enggak
melanggar itu hambar. Kenapa hambar? ya karena kamu mengikuti alur yang
ada, tidak pernah ingin mencoba sesuatu yang baru.
Tapi
bukan maksud Saya mengajari kalian untuk melanggar. Ingin mencoba
silakan, tapi ingat! Setelah melakukan jangan lupa ucapkan Istighfar
lalu tinggalkan, jangan mengulangi lagi. Boleh mengulangi, tapi cari
pelanggaran yang lain ya. hehe anti mainstream.
4. Hukuman Beraneka Ragam
deweezz.comBerkaitan
dengan peraturan, sudah pasti ada sebuah hukuman bagi santri yang
melanggar peraturan. Pada umumnya, tingkat hukuman di pesantren itu ada
3, yaitu ringan, sedang, dan berat. Hukuman diberikan dengan meninjau
pelanggaran apakah yang dilakukan, karena pelanggaran juga dikategorikan
ringan, sedang, dan berat.
Hukuman ringan contohnya dikaryakan,
seperti ditegaskan untuk menghafal surat-surat Alqur’an atau menulis
lafadz Istighfar sebanyak seribu kali. Untuk hukuman sedang contohnya
seperti digundul, dipulangkan sementara, menanggung beban tugas piket.
Sedangkan untuk hukuman berat itu santri dipanggil orang tuanya dan
dipulangkan selamanya. Alhamdulillah hukuman ringan dan sedang Saya
sudah pernah merasakan. Hihi.
5. Satu Piring Berdua
deweezz.comSatu
piring berdua. Bukan lagunya Ida Laila ya! Satu piring berdua ini
merupakan istilah yang menggambarkan cara makan santri. Memang benar
bahwa santri itu makan dengan porsi satu piring berdua, bahkan ada yang
memakai satu nampan untuk berempat hingga berlima.
Di
saat momen seperti itu, santri itu bukan mencari kekenyangan, tapi
mereka mencari arti kebersamaan dalam hidup berjama’ah. Jadi ya masa
bodoh porsi seberapa pun, yang terpenting mereka dapat merasakan
kebersamaan.
6. Mau Mandi Perlu Mengantre
deweezz.comDi
pesantren, hidup itu berjama’ah. Tapi jangan dikira mandi juga
berjama’ah ya! Kalau mandi tetap personal, tapi para santri perlu
mengantre untuk mendapatkan giliran mandi. Dalam hal ini dibutuhkan
kesadaran dan sabar ya. Kamu yang memakai kamar mandi lebih dulu harus
sadar kalau di luar, santri lain mengantre panjang. Bagi santri yang
mengantre juga harus sabar menunggunya.
Tapi tetap hati-hati ya,
jangan sampai santri yang mengantre di luar habis kesabarannya. Kalau
sudah habis, bisa jadi mereka kan menggedor-gedor bahkan bisa sampai
mendobrak. Bisa dibayangkan bukan? Kamu lagi merasakan nikmatnya buang
hajat, tiba-tiba pintu kamar mandi jebol akibat bentrok antrean di luar.
Haha.
7. Panik! Stock Alat Mandi Habis
deweezz.comMasih
berkaitan dengan mandi. Faktor inilah yang bisa membuat santri panik,
yaitu kehabisan alat mandi. Yang santri rasakan saat kehabisan alat
mandi itu seperti kehilangan setengah bagian hidupnya, haha.
Akan
ada 3 kemungkinan yang dilakukan santri ketika alat mandi habis, yaitu
berusaha untuk membeli alat mandi baru, sementara menahan diri untuk
tidak mandi, berusaha minta ke teman, mandi tanpa alat mandi, dan mandi
dengan memakai alat mandi hasil ghosob.
8. Ganas Saat Ada Makanan Datang
deweezz.comSaat
momen seperti inilah para predator ganas akan menyerang, jika ada salah
seorang teman yang membawa makanan untuk dibagikan. Biasanya para
santri predator ini tak mempedulikan aktivitas apa yang dilakukan saat
itu, mereka akan langsung lari menuju target dan berusaha menguasai
makanan yang dibagikan itu.
Memang seru sekali saat momen seperti
ini, suasana sesunyi apa pun akan tiba-tiba akan menjadi heboh karena
ini. Biasanya makanan lebih banyak tercecer di lantai karena kericuhan
dari pada yang dimakan.
9. Kulit Terserang Penyakit
deweezz.comBanyak
yang bilang jika belum merasakan penyakit gatal-gatal pada kulit saat
di pesantren, berarti belum memenuhi syarat sah menjadi santri. Kini hal
itu menjadi sebuah stigma, karena sudah menjadi hal yang wajar seorang
santri merasakan penyakit gatal-gatal pada kulit, seperti jamuran, scabies, atau cangkrangan.
Berdasarkan pengalaman saya pribadi, ketika di pesantren kita merasakan gatal-gatal pada selangkangan pojok paha dan karena itu santri memiliki kebiasaan baru , yaitu galer menggaruk bagian vital.
10. Ajang Cuci Mata
deweezz.comAjang
cuci mata ini biasa dilakukan oleh santri ikhwan, di mana mereka
memanfaatkan momen-momen tertentu untuk menikmati pemandangan indah,
yaitu memandangi para santri akhwat. Biasanya hal ini dilakukan pada
saat rapat organisasi atau pada acara-acara tertentu, yang di mana
santri ikhwan dan akhwat dikumpulkan pada satu tempat.
Setelah
memandangi dan menemukan yang indah, mereka akan mencari tahu lebih
lanjut mengenai informasi akhwat yang dikagumi. Kemudian selanjutnya
akan muncul modus-modus tertentu yang diperjuangkan demi menjadi seorang
yang spesial milik akhwat pujaan hatinya. #pengalaman bet dah yang
nulis wkwk
11. Pacaran Syar’i dalam Kisah Kasih di Pesantren
deweezz.comApaan
tuh pacaran syar’i? Haha. Enggak ada ya sob pacaran syar’i! Di dalam
agama Islam pacaran tetap menjadi larangan. Ini merupakan sebuah istilah
saja, berdasarkan apa yang santri rasakan. Suka kepada lawan jenis itu
wajar, santri juga manusia, jadi boleh-boleh aja.
Kisah
kasih di pesantren ini sangat berbeda jauh ya sob dengan kisah kasih di
sekolah, walaupun di pesantren juga ada sekolahnya. Kami santri butuh
waktu setengah tahun untuk mengenal lebih jauh akhwat yang dikagumi.
Gimana enggak setengah tahun? Di pesantren, santri tidak diperbolehkan
membawa gadget, satu-satunya cara ya mengirim surat.
Bayangin aja
sob, kita ngirim hari ini dan itu melalui perantara, balasan surat itu
akan datang satu minggu, dua minggu, atau bahkan bisa satu bulan
kemudian. Mending dibalas, kalau akhwatnya cuek mah bisa ampe lulus kita
nunggu balasan suratnya. Miris ya, di ambang harapan. Hiks..hiks
Nah
kenapa ada istilah pacaran syar’i? Ya karena walaupun berpacaran,
asrama memisahkan jarak mereka sob. Jadi ya perlu sedia kertas satu rim
demi menjaga keberlangsungan hubungan mereka dalam berkomunikasi. Ada
juga beberapa santri yang nekad, mereka mencuri waktu untuk bertemu,
sampai ada yang jalan berdua ke mall. Astaghfirullah banget yaa. Ya
enggak apa-apalah buat pengalaman hehe.
12. Sedih Tak Dijenguk
deweezz.comMomen
menyedihkan ini biasanya berlangsung saat akhir pekan, yaitu hari
Minggu. Di mana banyak wali santri yang berdatangan untuk menjenguk
putra-putrinya. Di momen seperti itu, bagi mereka yang dijenguk akan
melepas rindunya kepada orang tua dan rindu orang tua kepada anaknya.
Tapi
di sisi lain, sebagian kecil dari mereka merasakan kesedihan, karena
tak dijenguk seperti teman-teman yang lainnya. Biasanya mereka yang
sedih ini hanya bisa memandangi teman-temannya yang bahagia karena
dijenguk, menghabiskan waktu untuk tidur, ada juga yang meratapi dengan
berdiri dibalik jendela.
13. Tanggal Tua! Muka Mendadak Kusut
deweezz.comTANGGAL
TUA, tanggal paling mengerikan bagi para santri. Pada tanggal tua ini
santri mengalami krisis moneter. Di mana segala persediaan mulai
menipis, laci lemari kosong, kantong celana pun bolong, di tambah gaji
dari orang tua yang tak kunjung datang. Lebih miris lagi kalau sudah
tanggal tua, terus enggak dijenguk. Cuma bisa tarik napas.
14. Ghosob Barang Milik Teman
deweezz.comGhosob,
ada dua kemungkinan yang akan terjadi jika melakukannya, yaitu bisa
menjadi dosa dan bisa juga tidak. Pada dasarnya, ghosob itu meminjam
barang milik teman tanpa izin. Dan mungkin itu bisa menjadi dosa jika
teman kita tidak ikhlas saat mengetahui barangnya dighosob. Namun, bisa
juga menjadi tidak, jika saat ingin mengghosob kita yakin bahwa teman
kita yang punya barangnya ini akan ikhlas.
Biasanya, barang paling
sering dighosob itu sandal dan alat mandi. Paling ngeselin banget,
sehabis salat lalu keluar dari masjid mau balik ke asrama, cek sandal eh
enggak ada, dan sandal pun tiba-tiba sampai lebih dulu di asrama.
Senioritas Antar Angkatan
Senioritas
antar angkatan, hal ini sudah menjadi rahasia umum ya. Jadi tak hanya
di sekolah negeri atau formal saja yang ada hal seperti ini, di
pesantren kita juga mengalaminya. Biasanya di pesantren, angkatan yang
ganjil akan menindas adik angkatan yang genap, misalnya angkatan 1
menindas angkatan 2. Begitu juga sebaliknya, angkatan yang genap akan
menindas adik angkatan yang ganjil.
Bentuk penindasan yang biasa
dilakukan itu seperti menyuruh adik angkatan untuk mencuci piring,
membelikan makanan, bahkan sampai ada yang melakukan kekerasan fisik.
Tapi tenang sob, jika kamu tidak berbuat yang aneh-aneh dan menghormati
kakak angkatan, pasti mereka juga akan segan.
Jadi
itu lah fakta unik mengenai kehidupan di pesantren yang bakal
dirindukan setelah kamu lulus. Buat kamu yang belum pernah masuk
pesantren, ayo sob rasakan hidup yang berwarna di pesantren. Jangan
takut untuk jadi santri. Jadi santri tak akan mengubah diri kamu menjadi
monster, tapi kamu akan menemukan jati diri yang lebih baik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar